SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI EARLY RIDHO KISMAWADI & SEMOGA BERMANFAAT, Jangan Lupa Tinggalkan Commentnya

Sabtu, 31 Oktober 2015

Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI


Dewan Syariah Nasional

Dewan Syariah merupakan sebuah lembaga yang berperan dalam menjamin ke-Islaman keuangan syariah di seluruh dunia. Di Indonesia, peran ini dijalankan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1998 dan dikukuhkan oleh SK Dewan Pimpinan MUI No. Kep-754/MUI/II/1999 tanggal 10 Februari 1999.

Tugas dan Wewenang

Tugas :
  1. Menumbuhkembangkan penerapan nilai-nilai syariah dalam kegiatan perekonomian pada umumnya dan sektor keuangan pada khususnya, termasuk usaha bank, asuransi, dan reksa dana.
  2. Mengeluarkan fatwa atas produk dan jasa keuangan syariah.
Wewenang :
  1. Mengeluarkan fatwa yang mengikat DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah dan menjadi dasar tindakan hukum pihak terkait.
  2. Mengeluarkan fatwa yang menjadi landasan bagi ketentuan/peraturan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang seperti Departemen Keuangan dan BI.
  3. Memberikan rekomendasi dan atau mencabut rekomendasi nama-nama yang akan duduk sebagai DPS pada suatu lembaga keuangan syariah.
  4. Mengundang para ahli untuk menjelaskan suatu masalah yang diperlukan dalam pembahasan ekonomi syariah termasuk otoritas moneter/lembaga keuangan dalam dan luar negeri.
  5. Memberikan peringatan kepada lembaga keuangan syariah untuk menghentikan penyimpangan dari fatwa yang telah dikeluarkan oleh DSN.
  6. Mengusulkan kepada instansi yang berwenang untuk mengambil tindakan apabila peringatan tidak diindahkan.
Mekanisme Kerja
  1. DSN mengesahkan rancangan fatwa yang diusulkan oleh Badan Pelaksana Harian DSN
  2. DSN melakukan rapat pleno paling tidak satu kali dalam tiga bulan, atau bilamana diperlukan.
  3. Setiap tahunnya membuat suatu pernyataan yang dimuat dalam laporan tahunan (annual report) bahwa lembaga keuangan syariah yang bersangkutan telah/tidak memenuhi segenap ketentuan syariah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN.

Dewan Pengawas Syariah

Berdasarkan Surat Keputusan DSN No. 3 tahun 2000, dijelaskan bahwa Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah bagian dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang bersangkutan, dimana penempatannya atas persetujuan DSN.

Fungsi DPS
  1. Melakukan pengawasan secara periodik pada LKS yang berada di bawah pengawasannya
  2. Berkewajiban mengajukan usul-usul pengembangan LKS kepada pimpinan lembaga yang bersangkutan dan kepada DSN
  3. Melaporkan perkembangan produk dan operasional LKS yang diawasinya kepada DSN sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun anggaran.
  4. Merumuskan permasalahan-permasalahan yang memerlukan pembahasan DSN.
Struktur DPS
  1. Kedudukan DPS dalam struktur perusahaan berada setingkat dengan fungsi komisaris sebagai pengawas direksi.
  2. Jika fungsi komisaris adalah pengawas dalam kaitan dengan kinerja manajemen, maka DPS melakukan pengawasan kepada manajemen dalam kaitan dengan implementasi sistem dan produk-produk agar tetap sesuai dengan syariah Islam.
  3. Bertanggung jawab atas pembinaan akhlak seluruh karyawan berdasarkan sistem pembinaan ke-Islaman yang telah diprogramkan setiap tahunnya.
  4. Ikut mengawasi pelanggaran nilai-nilai Islam di lingkungan perusahaan tersebut..
  5. Bertanggung jawab atas seleksi syariah karyawan baru yang dilaksanakan oleh Biro Syariah

Keanggotaan DPS
  1. Setiap LKS harus memiliki setidaknya tiga orang anggota DPS.
  2. Salah satu dari jumlah tersebut ditetapkan sebagai ketua
  3. Masa tugas keanggotaan DPS adalah 4 (empat) tahun dan akan mengalami pergantian antar waktu apabila meninggal dunia, minta berhenti, diusulkan oleh LKS yang bersangkutan, atau telah merusak citra DSN.
Mekanisme Kerja
  1. DPS melakukan pengawasan secara periodik pada lembaga keuangan syariah yang berada di bawah pengawasannya.
  2. DPS berkewajiban mengajukan usul-usul pengembangan lembaga keuangan syariah kepada pimpinan lembaga yang bersangkutan dan kepada DSN.
  3. DPS melaporkan perkembangan produk dan operasional lembaga keuangan syariah yang diawasinya kepada DSN sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun anggaran.
  4. DPS merumuskan permasalahan-permasalahan yang memerlukan pembahasan DSN.

16/DSN-MUI/IX/2000 :  Diskon dalam Murabahah
15/DSN-MUI/IX/2000 :  Prinsip Distribusi Hasil Usaha dalam Lembaga Keuangan Syari'ah
14/DSN-MUI/IX/2000 :  Sistem Distribusi Hasil Usaha dalam Lembaga Keuangan Syari'ah
13/DSN-MUI/IX/2000 :  Uang Muka dalam Murabahah
12/DSN-MUI/VI/2000 :  Hawalah
11/DSN-MUI/VI/2000 :  Kafalah
10/DSN-MUI/IV/2000 :  Wakalah
09/DSN-MUI/VI/2000 :  Pembiayaan Ijarah
08/DSN-MUI/IV/2000 :  Pembiayaan Musyarakah
07/DSN-MUI/IV/2000 :  Pembiayaan Mudharabah (Qiradh)
06/DSN-MUI/VI/2000 :  Jual Beli Istishna'
05/DSN-MUI/IV/2000 :  Jual Beli Salam
04/DSN-MUI/IV/2000 :  Murabahah
03/DSN-MUI/IV/2000 :  Deposito
02/DSN-MUI/IV/2000 :  Tabungan
01/DSN-MUI/IV/2000 :  Giro 
36/DSN-MUI/X/2002 :  Sertifikat Wadi’ah Bank Indonesia
35/DSN-MUI/IX/2002 :  Letter of Credit (L/C) Ekspor Syari’ah
34/DSN-MUI/IX/2002 :  Letter of Credit (L/C) Impor Syari’ah
33/DSN-MUI/IX/2002 :  Obligasi Syari’ah Mudharabah
32/DSN-MUI/IX/2002 :  Obligasi Syari’ah
31/DSN-MUI/VI/2002 :  Pengalihan Utang
30/DSN-MUI/VI/2002 :  Pembiayaan Rekening Koran Syari’ah
29/DSN-MUI/VI/2002 :  Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syari’ah
28/DSN-MUI/III/2002 :  Jual Beli Mata Uang (al-Sharf)
27/DSN-MUI/III/2002 :  Al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik
26/DSN-MUI/III/2002 :  Rahn Emas
25/DSN-MUI/III/2002 :  Rahn
24/DSN-MUI/III/2002 :  Safe Deposit Box
23/DSN-MUI/III/2002 :  Potongan Pelunasan dalam Murabahah
22/DSN-MUI/III/2002 :  Jual Beli Istishna' Paralel
21/DSN-MUI/X/2001 :  Pedoman Umum Asuransi Syari’ah
20/DSN-MUI/IV/2001 :  Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syari'ah
19/DSN-MUI/IV/2001 :  Al-Qardh
18/DSN-MUI/IX/2000 :  Pencadangan Penghapusan Aktiva Produktif dalam Lembaga Keuangan Syari'ah
17/DSN-MUI/IX/2000 :  Sanksi atas Nasabah Mampu yang Menunda-nunda Pembayaran
56/DSN-MUI/V/2007 :  Ketentuan Review Ujrah pada Lembaga Keuangan Syariah
55/DSN-MUI/V/2007 :  Pembiayaan Rekening Koran Syariah Musyarakah
54/DSN-MUI/X/2006 :  Syariah Card
53/DSN-MUI/III/2006 :  Akad Tabarru’ pada Asuransi Syari’ah
52/DSN-MUI/III/2006 :  Akad Wakalah bil Ujrah pada Asuransi Syari’ah dan Reasuransi Syari’ah
51/DSN-MUI/III/2006 :  Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah
50/DSN-MUI/III/2006 :  Akad Mudharabah Musytarakah
49/DSN-MUI/II/2005 :  Konversi Akad Murabahah
48/DSN-MUI/II/2005 :  Penjadwalan Kembali Tagihan Murabahah
47/DSN-MUI/II/2005 :  Penyelesaian Piutang Murabahah bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar
46/DSN-MUI/II/2000 :  Potongan Tagihan Murabahah (Khashm fi al-Murabahah)
45/DSN-MUI/II/2005 :  Line facility (at-Tas-hilat as-Saqfiyah)
44/DSN-MUI/VIII/2004 :  Pembiayaan Multijasa
43/DSN-MUI/VIII/2004 :  Ganti Rugi (Ta’widh)
42/DSN-MUI/V/2004 :  Syari'ah Charge Card
41/DSN-MUI/III/2004 :  Obligasi Syari'ah Ijarah
40/DSN-MUI/X/2003 :  Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal
39/DSN-MUI/X/2002 :  Asuransi Haji
38/DSN-MUI/X/2002 :  Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (Sertifikat IMA)
37/DSN-MUI/X/2002 :  Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syari’ah

76/DSN-MUI/VI/2010 :  SBSN Ijarah Asset to be Leased
75/DSN-MUI/VII/2009 :  Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS)
74/DSN-MUI/I/2009 :  Penjaminan Syariah
73/DSN-MUI/XI/2008 :  Musyarakah Mutanaqishah
72/DSN-MUI/VI/2008 :  Surat Berharga Syariah Negara
Ijarah Sale and Lease Back
71/DSN-MUI/VI/2008 :  Sale and Lease Back
70/DSN-MUI/VI/2008 :  Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara
69/DSN-MUI/VI/2008 :  Surat Berharga Syariah Negara
68/DSN-MUI/III/2008 :  Rahn Tasjily
67/DSN-MUI/III/2008 :  Anjak Piutang Syariah
66/DSN-MUI/III/2008 :  Waran Syariah
65/DSN-MUI/III/2008 :  Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Syariah
64/DSN-MUI/XII/2007 :  Sertifikat Bank Indonesia Syariah Ju’alah (SBIS Ju’alah)
63/DSN-MUI/XII/2007 :  Sertifikat Bank Indonesia Syariah
62/DSN-MUI/XII/2007 :  Akad Ju’alah
61/DSN-MUI/V/2007 :  Penyelesaian Utang dalam Impor
60/DSN-MUI/I/2007 :  Penyelesaian Piutang dalam Ekspor
59/DSN-MUI/V/2007 :  Obligasi Syariah Mudharabah Konversi
58/DSN-MUI/V/2007 :  Hawalah bil Ujrah
57/DSN-MUI/V/2007 :  Letter of Credit (L/C) dengan Akad Kafalah bil Ujrah


96/DSN-MUI/IV/2015 :  Transaksi Lindung Nilai Syariah (al-Tahawwuth al-Islami / Islamic Hedging) atas Nilai Tukar
95/DSN-MUI/VII/2014 :  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Wakalah
94/DSN-MUI/IV/2014 :  Repo Surat Berharga Syariah (SBS) Berdasarkan Prinsip Syariah
93/DSN-MUI/IV/2014 :  Keperantaraan (Wasathah) dalam Bisnis Properti
92/DSN-MUI/IV/2014 :  Pembiayaan yang Disertai Rahn (al-Tamwil al-Mautsuq bi al-Rahn)
91/DSN-MUI/IV/2014 :  Pembiayaan Sindikasi (al-Tamwil al-Mashrifi al-Mujamma‘)
90/DSN-MUI/XII/2013 :  Pengalihan Pembiayaan Murabahah Antar Lembaga Keuangan Syariah (LKS)
89/DSN-MUI/XII/2013 :  Pembiayaan Ulang (Refinancing) Syariah
88/DSN-MUI/XI/2013 :  Pedoman Umum Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah
87/DSN-MUI/XII/2012 :  Metode Perataan Penghasilan (Income Smoothing) Dana Pihak Ketiga
86/DSN-MUI/XII/2012 :  Hadiah dalam Penghimpunan Dana Lembaga Keuangan Syariah
85/DSN-MUI/XII/2012 :  Janji (Wa’d) dalam Transaksi Keuangan dan Bisnis Syariah
84/DSN-MUI/XII/2012 :  Metode Pengakuan Keuntungan Tamwil bi al-Murabahah (Pembiayaan Murabahah) di Lembaga Keuangan Syariah
83/DSN-MUI/VI/2012 :  Penjualan Langsung Berjenjang Syariah Jasa Perjalanan Umrah
82/DSN-MUI/VIII/2011 :  Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah di Bursa Komoditi
81/DSN-MUI/III/2011 :  Pengembalian Dana Tabarru’ bagi Peserta Asuransi yang Berhenti Sebelum Masa Perjanjian Berakhir
80/DSN-MUI/III/2011 :  Penerapan Prinsip Syariah
dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas
di Pasar Reguler Bursa Efek
79/DSN-MUI/III/2011 :  Qardh dengan Menggunakan Dana Nasabah
78/DSN-MUI/IX/2010 :  Mekanisme dan Instrumen Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah
77/DSN-MUI/VI/2010 :  Jual-Beli Emas secara Tidak Tunai

2 komentar:

  1. Apakah anda memiliki berkas peraturannya? Kep-754/MUI/II/1999 tanggal 10 Februari 1999.

    BalasHapus
  2. Strange "water hack" burns 2 lbs overnight

    Over 160000 women and men are utilizing a easy and SECRET "liquid hack" to drop 1-2 lbs each and every night in their sleep.

    It is scientific and it works on everybody.

    This is how you can do it yourself:

    1) Take a clear glass and fill it half full

    2) Now use this awesome HACK

    you'll become 1-2 lbs thinner as soon as tomorrow!

    BalasHapus